Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Memulai Kebajikan Walaupun Kecil
Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan
di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai.
Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan
melemparkannya kembali ke dalam air.
Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran,
“Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam
air?” “Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang
laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan, “Jawab si kecil itu.
Membangun Sukses Dari Hal Yang Kita Sukai
Alkisah ada seorang anak muda yang sangat menyukai boneka
hingga ia belajar bagaimana menjadi ahli pembuat boneka. Sayangnya, anak muda
ini sangat kikuk, dan guru serta murid-murid lainnya selalu berkata bahwa dia
tidak punya kemampuan untuk membuat boneka, dan bahwa dia tidak akan pernah
berhasil.
Meski demikian, anak muda ini tetap bisa menikmati sehingga
ia tak henti-hentinya melatih diri agar berkembang. Walau sudah bekerja keras,
mereka akan selalu menemukan kesalahan pada boneka-boneka buatan anak muda ini,
dan akhirnya mereka pun mengeluarkan si anak muda dari pelatihan itu.
Menyelesaikan Masalah
Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang
sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.
Kenapa harus saya yang mengalami ini? Kenapa bukan orang
lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini?
Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang
lain tampak begitu mulus dan mudah? Ah,
Tuhan tidak adil!
Jadilah Pelita
Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah
sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita?
Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa
melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”
Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita
tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Langganan:
Postingan (Atom)

